h2>Dating : About this girl.
Saya adalah pria yang dia gandeng untuk pertama kalinya. Lalu akan saya jadikan dia menjadi yang terakhir.

Ajeng, dia wanita yang mempunyai pandangan berbeda. Polosnya menyapu bersih semua lantai di kelas. Terlebih, sosoknya yang pintar dalam akademik maupun non-akademik, telah mendorong saya untuk melanjutkan beberapa langkah. Sebagai anak sekolahan, tentulah hal itu wajar. Dia pandai menempatkan posisi, dia tahu bagaimana cara membaur, dan juga dia tahu bagaimana cara membuat orang di sekitarnya terasa “dipayungi”.
Ajeng Hanyfa Wulandari, sering kali menempuk pundak saya untuk hal-hal konyol yang saya lakukan. Terkadang, perut ini akan mendapatkan lebam yang cukup besar karena cubitannya.
Dia selalu optimis, tapi anda harus tahu bahwa dia tetaplah manusia yang merasa rendah dari apa yang dia hadapi–padahal sejatinya tidak begitu–selama hidupnya.
Saya menyukai caranya menyapa orang. Meninggalkan kesan ayu dengan gayanya yang sayu-sayu itu. Tapi, dia tetaplah gadis saya. Selembut apapun dia, akan ada masanya memandangi saya tanpa sedikitpun bangga. Ya tentu karena saya melakukan kesalahan.
Lanjut. Saya menyukai kebiasaan dia, saya menyukai bagaimana dia memilih-milihkan hal-hal sepele untuk saya. Saya menyukai gisulnya, saya menyukai semua yang dia kenakan. Bahkan, saya sangat menyukai setiap kali dia meminta pendapat saya untuk memilih baju mana yang bagus ia kenakan. Dan tentu, dia selalu cantik di kondisi apapun.
Dia bermimpi setinggi langit, tenaganya adalah roket yang bernama “Belajar”. Dia bersemangat untuk membahagiakan banyak orang lewat keringatnya. Saya berjanji akan menemaninya, hingga pada akhirnya kami berada pada puncak tertinggi untuk saat ini.
Saya bangga pada apa yang dia kerjakan, dia impikan dan diperjuangkan. Allah SWT sangat baik mempertemukan saya dengannya. Saya tidak percaya yang namanya kebetulan.
Sebab, mencintai dia bukanlah sebuah kebetulan. Mungkin sudah sepantasnya begitu.